Menumpuknya rutinitas setiap hari ,hampir tidak ada satu detik pun waktu yang tersisa untuk mengingat suatu yang pasti akan di rasakan oleh setiap mahluk yang menyebut dirinya hidup ,yaitu MATI,jikalaupun sempat mengingat mungkin hanya sebatas merenungkan dan tidak bertindak untuk segera menyiapkan bekal dalam menghadapi hal yang sudah pasti tersebut,hal itu sangatlah wajar mengingat sekalipun kematian tidak bisa di tolak tetapi kita merasa seolah-olah kedatanganya masihlah amat jauh dan tidak perlu di risaukan.
Suatu hari penulis berjalan -jalan dan berbincang banyak hal dengan seorang teman yang dia masih sangatlah muda ,Energik,penuh semangat menghadapi kehidupanya,keesokan harinya di dapati bahwa teman tersebut telah meninggalkan dunia untuk selamanya.Hal inilah yang bisa menjadi satu pelajaran yang sangat berharga bahwa yang namanya maut kapanpun bisa datang kepada kita siap atau tidak.
Untuk itu Masyarakat Perum Agrindo lepas dari kesiapan amalan untuk menghadapi panggilan Tuhan berupa kematian, tapi juga menyiapkan segala sesuatunya untuk mempermudah proses pemulasaraan jenazah,antara lain pada tanggal 14 Maret 2010 di adakan kerja bakti untuk pemberian batas makam,pembuatan Gapura Makan, merapikan seluruh area makan dari tanaman liar,dan memberikan Batu nisan untuk makam yang sudah ada.
Mengingat kematian bukan berarti pesimis menghadapi hidup,tetapi adalah sebuah pondasi atau landasan bahwa berapapun yang kita capai apapun yang kita miliki ,toh semuanya akan kita tinggalkan ,dengan demikian kita akan lebih berhati-hati dalam menapaki setiap langkah kehidupan ini dan mampu mempertanggungjawabkan segala perbuatan kita,baik sesama mahluk hidup dan yang terpenting terhadap yang memberikan kehidupan ini.
SALAM

Tidak ada komentar:
Posting Komentar